Keindahan Lombok: Perjalanan Menuju Rinjani
---
Keindahan Lombok: Perjalanan Menuju Rinjani
Sabtu, 3 Agustus 2019
Lombok, sebuah pulau indah yang terletak di sebelah timur Pulau Bali, menjadi salah satu destinasi wisata favorit di Indonesia. Berada dalam wilayah Provinsi Nusa Tenggara Barat, Lombok menawarkan pesona alam yang memukau dengan Bandara Internasional Lombok sebagai pintu masuknya.
---
Perjalanan saya dimulai dari Bogor menuju Jakarta menggunakan bus Damri, layanan transportasi andalan yang menghubungkan kota Bogor dengan Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Dengan tarif Rp55.000, perjalanan normal dari Bogor ke bandara biasanya memakan waktu 1,5 hingga 2 jam.
---
Namun, kemacetan parah membuat saya hampir terlambat. Sesampainya di bandara pukul 18.45 WIB, saya langsung menuju konter check-in. Penting untuk tiba di bandara 1–2 jam sebelum keberangkatan guna menghindari kejadian tak terduga. Setelah menyelesaikan proses check-in dan mendapatkan boarding pass, saya menerima kabar bahwa penerbangan AirAsia kami tertunda hingga pukul 20.00 WIB.
---
Penerbangan berlangsung lancar, dan kami mendarat di Bandara Internasional Lombok pukul 22.55 WITA. Malam itu, kami memutuskan beristirahat di bandara sebelum memulai petualangan keesokan harinya.
---
Minggu, 4 Agustus 2019: Menikmati Keindahan Lombok
Matahari pagi menyambut kami di Bandara Lombok. Suasana segar, ditambah warga lokal yang datang untuk menikmati sunrise, membuat pagi itu terasa spesial. Setelah menikmati pemandangan, kami sarapan dengan menu khas nasi kerucut yang lezat.
---
Kami memilih bus Damri untuk menuju Mataram dengan tarif Rp35.000. Setibanya di Terminal Mandalika, kami melanjutkan perjalanan ke Gunung Rinjani, tujuan utama kami. Dari terminal, kami menaiki mobil engkel menuju Pasar Aikmel (Rp35.000), lalu berganti angkutan sayur menuju Sembalun dengan tarif yang sama.
---
Pendakian Gunung Rinjani: Kisah Perjuangan
Setiba di Sembalun, kami mendaftar di pos pendakian Gunung Rinjani. Dengan biaya retribusi Rp5.000 per hari, proses ini cukup terjangkau. Kami menginap di tenda pengungsian, sisa gempa besar yang melanda Lombok pada tahun 2018.
---
Senin, 5 Agustus 2019
Pagi itu, setelah persiapan matang, kami memulai pendakian dari jalur Bawak Nao, jalur alternatif yang lebih aman dan cepat pasca-gempa. Jalur ini menawarkan pemandangan sawah, padang rumput, dan hutan yang memukau. Pos 1 hingga Pos 3 dilalui dengan semangat, meski medan mulai menantang.
---
Di Pos 3 Padabalong, kami bertemu rombongan pendaki lain dari Riau yang membawa porter profesional. Malam itu, kami mendirikan tenda di Pos 4 Bukit Penyesalan dan menghabiskan malam dengan cerita dan canda tawa.
---
Menuju Puncak Rinjani
Selasa, 6 Agustus 2019
Medan menuju Plawangan semakin sulit dengan tanjakan berpasir dan berbatu. Setelah perjalanan berat, kami tiba di Pos Plawangan saat sore. Pemandangan puncak Rinjani dan Danau Segara Anak terlihat jelas dari sini, membuat lelah kami terbayar lunas.
---
Rabu, 7 Agustus 2019
Dini hari pukul 02.00 WITA, kami memulai perjalanan menuju puncak. Jalur yang curam dan sempit menjadi tantangan tersendiri. Namun, ketika mencapai puncak, keindahan luar biasa Segara Anak dan Gunung Barujari menghapus segala rasa lelah.
---
Sayangnya, perjalanan turun menuju Plawangan menghadirkan tantangan baru: kami kehabisan air. Berkat bantuan para pendaki lain, kami bisa kembali dengan selamat.
---
Kembali ke Kehangatan Lombok
Kamis, 8 Agustus 2019
Setelah turun dari gunung, kami disambut hangat oleh keluarga Pak Karyadi di Desa Sajang. Tradisi unik masyarakat Lombok, seperti “nyampah” (menawarkan makanan kepada orang yang lewat), menambah kesan mendalam perjalanan ini. Kami juga menikmati makanan khas seperti plecing kangkung dan bes-bes, hidangan lokal yang menggugah selera.
---
Perjalanan ditutup dengan mengunjungi Gili Trawangan dan menjelajahi kota Mataram sebelum kembali ke kota asal menjalani rutinitas sehari-hari.
---
Terima Kasih, Lombok
Perjalanan ke Lombok, terutama mendaki Gunung Rinjani, adalah pengalaman yang penuh pelajaran dan kenangan. Dari keindahan alam hingga keramahan penduduk lokal, Lombok menyisakan kesan mendalam di hati kami.
---
“Lombok, I Love You.”
Jika ada kekurangan dalam cerita ini, saya, Gian, memohon maaf dan berterima kasih atas waktu yang Anda luangkan untuk membaca.
Semoga cerita ini menjadi inspirasi untuk mengeksplorasi keindahan alam Indonesia.
---
Terimakasih
---
Komentar
Posting Komentar