Desa Wisata Sasak Ende, Lombok, Nusa tenggara Barat.
SELAMAT DATANG DI KAMPUNG SASAK ENDE
(Desa Wisata Sasak Ende, 24 Januari 2020)
TATAS, TUHU, TRASNA
Kampung Sasak Ende adalah salah satu desa wisata tradisional yang terletak di Desa Sengkol, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah. Lokasinya cukup strategis, hanya berjarak sekitar 30 menit dari Bandara Internasional Lombok Praya.
Saat tiba di Desa Wisata Sasak Ende, pengunjung akan disambut oleh pemandu wisata setempat serta gapura bertuliskan, “SELAMAT DATANG DI KAMPUNG SASAK ENDE.”
![]() |
| (Desa Wisata Sasak Ende,24-01-2020) |
---
Keunikan Kampung Sasak Ende;
1. Bangunan Rumah Tradisional
Rumah adat di Sasak Ende dikenal dengan sebutan Bale Tani. “Bale” berarti rumah, sementara “tani” merujuk pada petani dalam bahasa Sasak. Rumah ini memiliki atap dari alang-alang, sebuah ciri khas arsitektur Suku Sasak.
Ciri menarik lainnya adalah desain atap yang miring, sehingga tamu harus menundukkan kepala saat masuk ke rumah sebagai tanda penghormatan kepada pemiliknya. Selain itu, rumah adat ini tidak memiliki jendela, yang berfungsi untuk menjaga privasi penghuni rumah.
Hal unik lainnya, lantai rumah adat dilapisi kotoran sapi. Tradisi ini dipercaya dapat memperkuat lantai, menangkal debu, serta dianggap sebagai praktik yang suci oleh masyarakat Sasak. Dalam rumah, pria biasanya tidur di teras, sedangkan wanita tidur di dalam ruangan.
---
2. Tradisi Menenun
Setiap rumah di Sasak Ende memiliki alat tenun, karena menenun adalah tradisi turun-temurun bagi perempuan Suku Sasak. Menenun juga menjadi syarat wajib bagi perempuan yang ingin menikah. Jika seorang perempuan belum bisa menenun, maka ia belum diperbolehkan menikah.
Kain tenun yang dibuat perempuan biasanya digunakan sebagai alas atau selimut pada malam pertama pernikahan. Tradisi ini menjadi simbol tanggung jawab dan keterampilan perempuan Sasak.
---
3. Tradisi Pernikahan
Pernikahan di Desa Sasak Ende biasanya dilakukan di dalam komunitas mereka sendiri. Pernikahan antar sepupu atau saudara dekat masih sering terjadi. Namun, jika seseorang menikah dengan pihak luar desa, mereka harus membayar denda yang nilainya cukup besar bagi masyarakat setempat.
Tradisi unik lainnya adalah kawin lari. Dalam tradisi ini, pihak pria membawa lari wanita yang disukainya tanpa sepengetahuan orang tua wanita tersebut. Pelarian biasanya berlangsung selama 3 hari, setelah itu pihak keluarga wanita akan menebus anaknya dan membahas kelanjutan hubungan ke jenjang pernikahan.
---
4. Tari Peresean
Tari Peresean adalah tarian tradisional yang dimainkan oleh tiga orang: seorang wasit dan dua pepadu (petarung). Dalam pertunjukan ini, para pepadu menggunakan tameng yang disebut ende dan tongkat rotan.
Tarian dimulai dengan iringan musik gamelan, diikuti oleh tarian dari wasit. Ketika peluit ditiup, para pepadu mulai bertarung. Mereka diperbolehkan memukul bagian atas tubuh seperti kepala, pundak, atau punggung, tetapi dilarang menyerang bagian bawah seperti kaki.
Pepadu yang menyerah atau terluka hingga berdarah dinyatakan kalah. Meski berbahaya, tarian ini sudah diajarkan kepada anak-anak desa sejak usia dini. Luka yang terjadi dalam pertarungan biasanya diobati dengan minyak khusus agar cepat sembuh.
---
5. Songgak (Jamu Tradisional)
Jamu tradisional Sasak Ende masih dibuat secara alami menggunakan bahan-bahan sederhana seperti telur ayam kampung, jeruk nipis, dan madu. Jamu ini dipercaya dapat memberikan manfaat kesehatan bagi tubuh.
--
Penutup:
Hanya itu informasi yang dapat saya sampaikan tentang Kampung Sasak Ende. Mohon maaf jika terdapat kekurangan dalam tulisan ini. Terima kasih kepada kalian yang sudah mampir ke blog saya. Jangan lupa tinggalkan komentar agar saya dapat terus memperbaiki tulisan ini.
"Matur tampiasih"!


Komentar
Posting Komentar